Dirjen Pendis Kemenag RI Bangga Punya Ummusshabri

Kendari, (MTs Pesri)---Ummusshabri bukan hanya mendapat mendapat pengakuan berkualitas dari masyarakat Sultra, tapi Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI juga bangga memiliki Ponpes Ummusshabri. Pasalnya pondok pesantren yang dibangun tanpa bantuan pemerintah itu, kini telah memiliki kualitas diatas standar nasional. Hal itu diungkapkan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof.Dr.Phil Kamaruddin MA, saat meresmikan gedung baru Ummusshabri Kendari.

Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr.Supriyanto, MA menyatakan, selama 15 tahun terakhir baru kali ini Ummusshabri dikunjungi pemerintah pusat. Dia memaparkan keberhasilan lembaga yang dipimpinya itu sebagai madrasah termahal dan terbaik di Sultra. Bahkan saat ini madrasah swasta yang kini muridnya sudah berjumlah 2.350 orang itu akan bertransformasi dari madrasah konvensional menjadi internasional. "Ummusshabri sudah mendapatkan skor akreditasi  98 untuk MI dan MTs, angka tersebut tertinggi dari seluruh sekolah dan madrasah di Sultra," terang Supriyanto saat membawakan sambutan dihadapan dirjen,Plt Kakanwil Kemenag Sultra dan rombongan.

Dr.Supriyanto juga memaparkan keberhasilan Ummusshabri yang baru saja menyelenggaraan iven bertaraf internasional, dengan mendatangkan tamu-tamu dari manca negara. "Ummusshabri ini Pak Dirjen, pembangunan semua prasarana melalui dana SBS, yaitu Semua Biaya Sendiri. Kami juga sudah menggunakan kurikulum internasional, untuk pelajaran matematika dan Sains kami sudah bekerjasama dengan Singapura, untuk Bahasa Inggris bekerjasama dengan Cambridge," paparnya.

Dirjen Pendidikan Agama Islam yang memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut menyatakan, bahwa madrasah Ummusshabri sudah mirip dengan pendidikan di Eropa Barat. Dimana dinegara tersebut pendidikan yang berbasis agama kualitasnya lebih bagus ketimbang sekolah pemerintah. "Indonesia bangga punya Pondok Pesantren Ummusshabri. Terimakasih bapak ibu yang sudah menjadikan lembaga pendidikan Islam ini turut mencerdaskan anak bangsa, khususnya bagi masyarakat menangah perkotaan," paparnya dalam sambutan.

Prof. Kamaruddin juga menyatakan apa yang sudah dilakukan Ummusshabri, yakni menerapkan tiga mata pelajaran ke kurikulum internasional, itu akan diberlakukan di Indonesia. Saat ini pemerintah sedang gencar  meningkatkan kualitas SDM, untuk menghadapi era revolusi industri. "Saya harap tiga mata pelajaran tersebut bukan hanya mengejar  angka prestasi, tapi bisa diaplikasikan. Apalagi saat ini kita hidup di era digital, sudah menjadi keharusan setiap siswa harus memahami  apa itu programing, coding dan computer, itu sebuah keharusan menghadapi era digital seperti saat ini," pintanya.

Dirjen juga meminta kepada Ummusshabri, bukan hanya  memiliki madrasah, tapi harus mulai memikirkan  jenjang pendidikan tinggi. "Setidaknya Ummusshabri juga memiliki sekolah tinggi, agar kontribusinya terhadap dunia pendidikan lebih banyak lagi," pungkasnya.

Kemarin Dirjen Pendidikan didaulat menandatangani gedung pembelajaran terpadu madrasah Ummusshabri didampingi Plt Kakanwil Kemenag Sultra Drs.H Joko M.Pd, Ketua Yayasan Ummusshabri Dr.Supriyanto MA beserta para pengurus yayasan, kepala sekolah dan dewan guru. Yakni gedung pembelajaran tiga lantai untuk proses pembelajaran MI, MTs dan MA. (LIS/IK)

 

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information