Zainal Mustamin : Hadapi Pandemic Covid-19, Tekankan Dua Komitmen Penting

Kendari (Inmas Sultra) --- Menghadapai pandemic covid-19 komitmen kepatuhan terhadap sistem dan Keteladanan merupakan dua hal yang sangat penting, hal tersebut disampaikan oleh H. Zainal Mustamin, S.Ag, MA  Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari saat membawakan Khutbah Idul Adha 1441 H di Masjid Ummusshabri Kendari beberapa hari lalu.

Zainal Mustamin mengungkapkan Ibadah Qurban yang merupakan warisan dari Nabi Ibrahim AS, mengandung pelajaran dan pesan spiritual yang dapat dijadikan spirit membangun kehidupan berbangsa dan beragama yang lebih efektif, dan setidaknya membutuhkan dua komitmen penting untuk mewujudkannya, Zainal Mustamin menuturkan dengan meminjam istilah Dr Bahrul Hayat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen Kemenag RI).

“Komitmen yang pertama adalah Komitmen membangun kepatuhan terhadap sistem dan aturan, hal ini merujuk kepada sistem yang dibangun oleh Nabiullah Ibrahim AS sesuai firman Allah SWT di dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 95, yang memerintahkan untuk mengikuti agama Ibrahim yang lurus, dan diantara warisan sistem yang disebutkan tersebut adalah kepatuhan menjalankan syariat berkurban seperti yang difirmankan Allah di Surat Al Qautsar ayat 2 “maka dirikanlah Shalat untuk tuhanmu dan berkurbanlah. Perintah Allah SWT kepada Ibrahim untuk menyembeleh Putranya Ismail AS merupakan wujud komitmen kepatuhan dan bentuk ujian keimanan kepada Ibrahim AS kepada Allah yang akhirnya menjadi cikal bakal sejarah kurban,”ucapnya

Komitmen penting kedua ungkap Zainal Mustamin adalah komitmen keharusan membangun keteladanan, menurutnya dari kisah dialog antara Ibrahim AS dan Ismail AS memberikan keteladanan bahwa betapa pentingnya sikap qanaah, sikap menerima dengan tulus dalam melaksanakan perintah, bukan sebagai sebuah keterpaksaan, memberikan keteladanan tentang sifat keterbukaan dan musyawarah, serta keteladanan dalam hal strategi dan cara pemilihan bahasa yang halus dan santun serta tidak kasar,”ungkapnya.

Dan dipenghujung khutbah pertamanya ia menegaskan bahwa “Idealnya jika kita belajar dari kisah Ibrahim  AS maka penerapan kepatuhan terhadap pemerintah dan keteladanan dalam berperilaku di tengah pandemi Covid-19 ini merupakan komitmen yang sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran virus korona, kepatuhan masyarakat kepada pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan keteladanan pemerintah dalam memberikan contoh kepada masyarakat ibarat dua sisi dari sebuah mata uang yang satu sama lain saling terkait dan tidak bisa dipisahkan,”tegasnya. (IK)

 

 

 

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information