International Culture Fest 2021 Ummusshabri Tampilkan Budaya Daerah

 

Kendari (MTs Pesri)---Ummusshabri Kendari Selasa, 12 Januari 2021 menggelar kegiatan Internasional yaitu Culture Fest (Festival Budaya). Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-48 dan Ummusshabri Expo X ini menampilkan budaya dari 2 negara yaitu Filipina dan Indonesia.

Pada festival budaya ini Filipina menampilkan 2 atraksi; 

Pertama, Lagu "Kabengeutan" yang di aransemen dengan musik tradisional Filipina. Lagu ini diadaptasi dari salah satu daerah di Filipina yaitu provinsi Bangeut di Filipina Utara, lagu ini menceritakan bentuk ungkapan rasa syukur.

Kedua, menampilkan tari Tayaw dan Bendiyan yang menceritakan tentang kegembiraan mereka setelah panen.

Semua penampilan dibawakan oleh siswa-siswi dari Banguet National High School, yang dibimbing oleh Ms. Bernadette G. Bugtong

Sementara Indonesia menampilkan tari dan lagu yang dibawakan oleh siswa siswi MTs dan MA Ummusshabri Kendari, diantaranya :

1. Tari kreasi “Sumou tawaro ni soluri” yang berasal dari suku Tolaki. Secara singkat tari ini menceritakan tentang makanan khas tolaki yaitu sagu, yang diolah menjadi sinonggi.

2. Lagu “Tanah Wolio”. Lagu yg berasal dari suku Buton Sulawesi Tenggara. Lagu ini menceritakan tentang awal mulanya pulau Buton dan menunjukkan rasa bangga terhadap tanah Buton. Lagu ini juga memiliki pesan moral dari leluhur untuk  generasi muda agar bisa menjaga martabat dan eksistensi Buton.

3. Tari saman berasal dari provinsi Aceh, dari suku Gayo. Tari ini biasa ditampilkan pada saat peristiwa penting dalam adat. Tarian ini menunjukkan kekompakan yg terliat dari gerak seirama oleh penarinya. Tari ini juga dikenal sebagai tari seribu tangan karena fokus pada gerakan tangan.

Raden Alfian Setiawan, S.Pd saat dikonfirmasi menuturkankegiatan International Event  ini  sedianya akan diikuti beberapa negara yang memiliki kerjasama dengan Ummusshabri namun karena kondisi pandemic covid-19 seiring dengan kebijakan pemerintah dari masing-masing negara maka kemudian mereka membatalkan keikutsertaannya pada festifal ini.

Dr. Supriyanto, MA Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari mengungkapkan "Festival budaya ini melengkapi kesuksesan Ummusshabri Kendari dalam menyelenggarakan kegiatan berskala Internasional setelah sebelumnya sukses pada event International Conference.

Lebih jauh beliaumenuturkan “sekitar 4 tahun terakhir ini Ummusshabri melibatkan santri/siswa ke berbagai ajang internasional baik yg diselenggarakan oleh negara lain maupun dilaksanakan Ummusshabri sendiri. Ini dalam kerangka membangun karakter percaya diri untuk memasuki era global yang meniscayakan persentuhan budaya antar negara tidak dapat dielakkan lagi, suka tidak suka ini sudah dan akan terus terjadi.

Menurutnya “perbedaan tampilan budaya harus dipahami dan saling menghargai identitas budaya masing-masing, dan memang tidak pernah akan ketemu jika budaya dilihat dari aspek etika karena budaya itu lahir dari warisan leluhur yang memiliki makna tersendiri dalam sudut pandangnya masing-masing, olehnya itu seringnya santri/siswa diperkenalkan budaya antar negara melalui International Culture Fest agar mereka semakin bijaksana dalam melihat budaya yang berbeda dengan banyak sudut pandang, “tegasnya.  (MA/IK)

 

 

 

 

 

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information