Pasca Idul Fitri, Ummussshabri Gelar Halal Bi Halal

 

Kendari (MTs Pesri)---Keluar besar Pesantren Ummusshabri Kendari menyelenggarakan Halal Bi Halal yang dikemas dalam bentuk panel diskusi dengan mengangkat tema "Halal Bi Halal Mempertahankan Budaya Silaturrahmi dan Produktifitas Kerja di Masa Pandemi" dengan menghadirkan 2 Nara Sumber,  yiatu,  Agus Sugito, S.Th.I., M.Pd dan Ustadzah Iip Syarifah, S.Pd,  yang dipandu oleh moderator Ustadz Yono, S.Pd.I., M.Pd

Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Mei 2021 bertempat di Aula KH. Baedhawie Pesantren Ummusshabri ini dihadiri oleh Segenap Pengurus Yayasan, Pimpinan Satuan Pendidikan, Dewan Pengasuh, Guru dan Santri Ummusshabri

Direktur Pendidikan Yayasan Ummusshabri Zainal Mustamin ketika membuka acara mengatakan " Halal bi Halal ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mempertahankan tradisi silaturrahmi dan sekaligus sebagai upaya untuk tetap mempertahankan produktifitas kerja dan semangat belajar di tengah pandemi covid-19."karena bagi Ummusshabri pandemi covid-19 ini justru menjadi jalan untuk semakin kreatif dan berkreasi mendesain pembelajarannya menuju digitalisasi pendidikan sebagai syarat untuk bisa berkompetisi secara global,”ungkapnya

Ummusshabri sebagai bagian dari kehidupan dunia internasional sehingga santri tidak hanya berorientasi pada pergaulan dan persaingan lokal,  tetapi juga internasional,menyadari bahwa tidak semua bisa digitalisasi maka kehadiran pendidikan ala Pondok Pesantren kombinasi pendidikan tradisional konvensional dengan digital,  karena pendidikan pondok yang sarat dengan pembinaan akhlak dan kepemimpinan tidak bisa digitalisasi

- surat arra'du 10 Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat

- Santri Pejuang tanpa berfikir untuk mundur tetapi berfikir lebh maju

Agus Sugito, sebagai narasumber pertama mengawali materinya dengan memaparkan sejarah lahirnya istilah Halal bi Halal yang digagas oleh KH. Wahab Chasbullah. Agus menambahkan

"Makna lain dari Halal Bi Halal adalah Silaturahmi/Silaturrahim,  kata ini terambil dari 2 kata yaitu Shilah yang berarti penghubung dan Rahim yang berarti kasih sayang, sehingga silaturrahim bermakna menghubungkan kasih sayang, "jelasnya.

Nara sumber kedua Iip Syarifah menjelaskan "momentum Halal Bi Halal,  menekankan pentingnya menjaga silaturrahim yang di tandai dengan budaya saling memaafkan, agar kefitrahan bisa diraih.

"Puasa saja belum cukup mengantarkan seseorang kepada kefitrahan tanpa kesadaran pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,”ucap Iip

“Kegiatan Halal bi Halal walaupun untuk tahun ini tidak se semarak dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, karena masih mewabahnya covid 19, namun demikian kami tetap konsis mengikuti aturan pemerintah untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), “tegasnya . (MA/IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information