Ummusshabri Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

 

Kendari, (MTs Pesri)---Sebagai lembaga pendidikan yang telah meneguhkan diri menuju pusat peradaban dunia dengan mengembangkan budaya toleransi dan pemahaman Islam wasathiyyah maka Pesantren Ummusshabri terus membuktikan kiprahnya terlibat dalam urusan urusan kebangsaan. Salah satunya, pada momentum peringatan hari lahirnya pancasila tahun ini yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2021 maka dilaksanakan upacara dan apel terpadu di lingkungan Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari yang diikuti oleh segenap pengasuh dan santri mukim secara terbatas.

 

Agus Sugito sebagai Kepala MA Pesri Kendari menuturkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila ini digelar dengan sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan, "oleh karena saat ini kita masih berada dalam pandemi covid-19 maka setiap peserta upacara wajib menggunakan masker, barisan peserta upacara juga diatur jaraknya serta disediakan handsanitizer. Peserta upacara kali ini hanya dikhususkan bagi santri mukim (tinggal di asrama) ditambah dengan beberapa guru dan pengasuh, "terangnya.

 

"Walaupun digelar secara sederhana dengan penerapan protokol kesehatan namun upacara tetap berjalan dengan baik dan khidmah, sehingga tidak mengurangi kesakralan dari upacara ini, "tambahnya.

 

Sementara Direktur Pendidikan Yayasan Ummusshabri Zainal Mustamin yang juga sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, dalam amanahnya ketika menjadi inspektur Upacara berpesan "Santri harus memiliki Jiwa Nasionalisme yang kuat, menjadikan Pancasila sebagai refleksi diri dan Falsafah kehidupan bernegara dan berbangsa, serta mampu mensinergikan nilai-nilai ke-Indonesiaan dan ke-IIslaman dalam kehidupan. Sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh tindakan provokasi Anti Nasionalisme, "pesannya.

 

"Pancasila juga mencerminkan sikap kesederhanaan dan kekuatan, sehingga Santri harus bisa mengambil nilai-nilai ini, dan menjadikannya sebagai ilham untuk bersikap secara sederhana, namun tetap memiliki kekuatan yang luarbiasa untuk kepentingan dan kemanfaatan bagi agama, bangsa dan negara. "harapnya.

 

"Santri sebagai Calon pemimpin masa depan, harus menjadi Pembelajar Sejati, yang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan serta menerapkan pembiasaan akhlakul karimah. Serta menyeimbangkan hubungan baik secara vertikal (hablun minallah), dengan horizontal (hablun minannas dan hablun minal 'alam/ardhi).

 

Di akhir sambutan, beliau juga menekankan bahwa Santri harus memiliki kepribadian yang bersahaja, yang merupakan akronim dari bersih, religius, santun, harmonis, hijau dan asri. Sebagai gambaran utuh seorang Muslim menjadi pribadi yang insanul kamil dan sebagai instrumen penting membangun hubungan yang baik kepada Allah, Manusia dan Alam semesta, "pungkasnya.

 

 

 

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information